Rabu, 29 Desember 2010

Sahabat

Kata sahabat adalah sebuah kata yang menandakan bahwa manusia adalah makhluk sosial namun demikian besar arti sebenarnya dari sebuah persahabatan sehingga membuatnya begitu berarti.

Kadang sahabat dapat membuat hari-hari yang kita lalui benar-benar indah dan memiliki banyak cerita, namun kadang juga sahabat membuat kenangan terburuk untuk kita sepanjang hidup.Tetapi kadang kala juga sahabat bisa berakhir indah atau bisa juga buruk,

Untuk saya sahabat adalah sahabat, dan sahabat terbaik adalah sahabat yang tau kapan dia atau kita membutuhkannya.

::butuh waktu yang lama untuk membangun sebuah persahabatan, tetapi hanya butuh waktu singkat untuk menghancurkannya::


by : Nadidah Mujahidah

Senin, 27 Desember 2010

Agar Hati Tak Membatu

Segala puji bagi Allah, yang membentangkan tangan-Nya untuk menerima taubat hamba-hamba-Nya. Salawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi-Nya, teladan bagi segenap manusia, yang menunjukkan kepada mereka jalan yang lurus menuju ampunan dan ridha-Nya. Amma ba’du.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Tidaklah seorang hamba mendapatkan hukuman yang lebih berat daripada hati yang keras dan jauh dari Allah.” (al-Fawa’id, hal. 95).

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sungguh celaka orang-orang yang berhati keras dari mengingat Allah, mereka itu berada dalam kesesatan yang amat nyata.” (QS. az-Zumar: 22).

Syaikh as-Sa’di rahimahullah menerangkan, “Maksudnya, hati mereka tidak menjadi lunak dengan membaca Kitab-Nya, tidak mau mengambil pelajaran dari ayat-ayat-Nya, dan tidak merasa tenang dengan berzikir kepada-Nya. Akan tetapi hati mereka itu berpaling dari Rabbnya dan condong kepada selain-Nya…” (Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 722).

Ciri-Ciri Orang Berhati Keras

Syaikh as-Sa’di rahimahullah menerangkan, bahwa ciri orang yang berhati keras itu adalah tidak lagi merespon larangan dan peringatan, tidak mau memahami apa maksud Allah dan rasul-Nya karena saking kerasnya hatinya. Sehingga tatkala setan melontarkan bisikan-bisikannya dengan serta-merta hal itu dijadikan oleh mereka sebagai argumen untuk mempertahankan kebatilan mereka, mereka pun menggunakannya sebagai senjata untuk berdebat dan membangkang kepada Allah dan rasul-Nya (lihat Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 542)

Orang yang berhati keras itu tidak bisa memetik pelajaran dari nasehat-nasehat yang didengarnya, tidak bisa mengambil faedah dari ayat maupun peringatan-peringatan, tidak tertarik meskipun diberi motivasi dan dorongan, tidak merasa takut meskipun ditakut-takuti. Inilah salah satu bentuk hukuman terberat yang menimpa seorang hamba, yang mengakibatkan tidak ada petunjuk dan kebaikan yang disampaikan kepadanya kecuali justru memperburuk keadaannya (lihat Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 225).

Orang yang memiliki hati semacam ini, tidaklah dia menambah kesungguhannya dalam menuntut ilmu melainkan hal itu semakin mengeraskan hatinya… Wal ‘iyadzu billah (kita berlindung kepada Allah darinya)… Maka sangat wajar, apabila sahabat yang mulia Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu mengingatkan kita semua, “Ilmu itu bukanlah dengan banyaknya riwayat. Akan tetapi hakekat ilmu itu adalah rasa takut.” Abdullah anak Imam Ahmad pernah bertanya kepada bapaknya, “Apakah Ma’ruf al-Kurkhi itu memiliki ilmu?!”. Imam Ahmad menjawab, “Wahai putraku, sesungguhnya dia memiliki pokok ilmu!! Yaitu rasa takut kepada Allah.” (lihat Kaifa Tatahammasu, hal. 12).

Sebab Hati Menjadi Keras

Sebab utama hati menjadi keras adalah kemusyrikan. Oleh sebab itu Ibnu Juraij rahimahullah menafsirkan ‘orang-orang yang berhati keras’ dalam surat al-Hajj ayat 53 sebagai orang-orang musyrik (lihat Tafsir al-Qur’an al-’Azhim [5/326]). Demikian pula orang-orang yang bersikeras meninggalkan perintah-perintah Allah dan orang-orang yang memutarbalikkan ayat-ayat Allah (baca: ahlul bid’ah); mereka menyelewengkan maksud ayat-ayat agar cocok dengan hawa nafsunya. Orang-orang seperti mereka adalah orang-orang yang berhati keras (lihat Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 225). Selain itu, faktor lain yang menyebabkan hati menjadi keras adalah berlebih-lebihan dalam makan, tidur, berbicara dan bergaul (lihat al-Fawa’id, hal. 95)

Lembut dan Kuatkan Hatimu!

Sudah semestinya seorang muslim -apalagi seorang penuntut ilmu!- berupaya untuk memelihara keadaan hatinya agar tidak menjadi hati yang keras membatu. Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa hati seorang hamba akan menjadi sehat dan kuat apabila pemiliknya menempuh tiga tindakan:

1. Menjaga kekuatan hati. Kekuatan hati akan terjaga dengan iman dan wirid-wirid ketaatan.
2. Melindunginya dari segala gangguan/bahaya. Perkara yang membahayakan itu adalah dosa, kemaksiatan dan segala bentuk penyimpangan.
3. Mengeluarkan zat-zat perusak yang mengendap di dalam dirinya. Yaitu dengan senantiasa melakukan taubat nasuha dan istighfar untuk menghapuskan dosa-dosa yang telah dilakukannya (lihat Ighatsat al-Lahfan, hal. 25-26)

Sungguh indah perkataan Ibnu Taimiyah rahimahullah, “Setiap hamba pasti membutuhkan waktu-waktu tertentu untuk menyendiri dalam memanjatkan doa, berzikir, sholat, merenung, berintrospeksi diri dan memperbaiki hatinya.” (dinukil dari Kaifa Tatahammasu, hal. 13). Ibnu Taimiyah juga berkata, “Dzikir bagi hati laksana air bagi seekor ikan. Maka apakah yang akan terjadi apabila seekor ikan telah dipisahkan dari dalam air?” (lihat al-Wabil ash-Shayyib). Ada seseorang yang mengadu kepada Hasan al-Bashri, “Aku mengadukan kepadamu tentang kerasnya hatiku.” Maka beliau menasehatinya, “Lembutkanlah ia dengan berdzikir.”

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Barangsiapa yang menginginkan kejernihan hatinya hendaknya dia lebih mengutamakan Allah daripada menuruti berbagai keinginan hawa nafsunya. Hati yang terkungkung oleh syahwat akan terhalang dari Allah sesuai dengan kadar kebergantungannya kepada syahwat. Hancurnya hati disebabkan perasaan aman dari hukuman Allah dan terbuai oleh kelalaian. Sebaliknya, hati akan menjadi baik dan kuat karena rasa takut kepada Allah dan ketekunan berdzikir kepada-Nya.” (lihat al-Fawa’id, hal. 95)

Langkah Selanjutnya?

Dari keterangan-keterangan di atas, dapatlah kita simpulkan bahwa untuk menjaga hati kita agar tidak keras dan membatu adalah dengan cara:

1. Beriman kepada Allah dan segala sesuatu yang harus kita imani
2. Mentauhidkan-Nya, yaitu dengan mempersembahkan segala bentuk ibadah hanya kepada-Nya dan membebaskan diri dari segala bentuk penghambaan kepada selain-Nya
3. Melaksanakan ketaatan kepada-Nya dan taat kepada rasul-Nya
4. Meninggalkan perbuatan dosa, maksiat dan penyimpangan
5. Banyak mengingat Allah, ketika berada di keramaian maupun ketika bersendirian
6. Banyak bertaubat dan beristighfar kepada Allah untuk menghapus dosa-dosa kita
7. Menanamkan perasaan takut kepada Allah dan berusaha untuk senantiasa menghadirkannya dimana pun kita berada
8. Merenungi maksud ayat-ayat al-Qur’an dan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
9. Selalu bermuhasabah/berintrospeksi diri untuk memperbaiki diri dan menjaga diri dari kesalahan yang pernah dilakukan di masa lalu
10. Bergantung kepada Allah dan mendahulukan Allah di atas segala-galanya

Ya Allah, lunakkanlah hati kami dengan mengingat-Mu dan bersyukur kepada-Mu…

Aku Menangis Untuk Adik Ku Enam Kali (Copas)

Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku.

Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya.
"Siapa yang mencuri uang itu?" Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan,
"Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!"
Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi.

Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata,
"Ayah, aku yang melakukannya!"
Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas.

Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, "Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? ... Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!"

Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata,
"Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi."
Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku.

Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun Aku berusia 11. Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten.

Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengarnya memberengut, "Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik...hasil yang begitu baik..." Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, "Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?"Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, "Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku."

Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. "Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!" dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata,
"Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya; kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini."

Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas. Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku:
"Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimu uang."Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata ber- cucuran sampai suaraku hilang.

Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20. Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ke tahun ketiga (di universitas) . Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, "Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana!"Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya, "Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?"
Dia menjawab, tersenyum, "Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu?"Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku.

Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, "Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu. .."Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, "Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu."Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis.

Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23. Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku. "Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!" Tetapi katanya, sambil tersenyum, "Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini.Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya?
Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu.."Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya dan mebalut lukanya. "Apakah itu sakit?" Aku menanyakannya.
"Tidak, tidak sakit.Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan..."Ditengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku.

Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26.Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Banyak kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, "Kak, jagalah mertuamu aja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini."Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi.Suatu hari, adikku diatas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit.

Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, "Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?"
Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya.
"Pikirkan kakak ipar--ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan.
Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?"

Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah: "Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!"
"Mengapa membicarakan masa lalu?" Adikku menggenggam tanganku.

Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29.Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, "Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?" Tanpa bahkan berpikir ia menjawab, "Kakakku."

Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat. "Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah.Suatu hari, Saya kehilangan satu dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu.Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya.

Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya."Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku.Kata- kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, "Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku." Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.

Tentang Kami

We Are Rohis SMADA Full Powers

Sekretariat: Musholla Nurul Ilmi,
Jl. Gede Raya No 177, Depok Timur, Jawa Barat

Email :
rohis_smada_2008@yahoo.com

Twitter :
http://twitter.com/rohis2depok

Blog :
http://rohissmadadepok.blogspot.com/

Contact Person :
Naufal Nadhif
0857-82292720

Nur Aziza
0857-82419347

Jumat, 09 Januari 2009

Allah sayang kami!

Assalamualaikum wr wb
8 Januari 2009, merupakan moment berharga buat kami, betapa tidak, di hari itu Allah sangat sayang kepada kami.

hari itu kami ke jakarta mencari dana untuk acara muharam, Dimas SBDY, Rendy, Khoirul, opick, Toro, Laode. Waktu pulang kita, melalui juanda, pas lg d trunan juanda, memang Dimas agak ngebut, tahu2 ada motor yg belok mendadak, nah dimas kaget,, dan akhir'a dimas dgr smua orang triak, menurut logika dimas, dimas bakalan tewas, laode yg dibonceng jg dah triak2, dimas pasrah... tapi mungkin bukan waktu akhina tuk tewas , dan krn kekuatan 4wi, dimas yg lg kenceng2nya dan yg dipikiran orang dan dimas, bahwa sore itu akan tewas, ternyata tidak ,4wi mnlong dimas dan laode, namun dimas hanya kena knalpot, dimas ga menyntuh motor orang itu sma sekali, Dimas lolos dr maut hari ini, Allah sayang kami.
Thanx You Allah

Minggu, 26 Oktober 2008

A.M.O (Achievment Motivation Organizations)

Sabtu, 1 November 2008
Jam 8-12 Wib *
Aula Multiguna SMAN 2 Depok

Rabu, 03 September 2008

Ketua Rohis SMADA

Alhamdulillah dengan mengucap syukur kepada Allah swt, akhirnya Rohis smada memilih Akhina Khoirul menjadi mas'ul Rohis smada. Selamat berjuang. Anta tidak sendiri, ada kami yang akan membantu anta dan temen2 anta di rohis smada.

Jumat, 15 Agustus 2008

SANLAT Rohis SMADA

3-5 September 2008
Lapangan SMADA Depok

Kamis, 17 Juli 2008

Lowongan Kerja

Assalamualaikum Wr. Wb

PT Asia Outsorcing Services

Recruitment Officer (RO)
(Jakarta Raya - Jakarta)
Responsibilities:

Bertanggung jawab dalam proses perekrutan (resources, interviews, screening CV’s, process to clients).

Requirements:

Pria / Wanita, max. 26 tahun
Lulusan S1 Psikologi (min. IPK 2,75)
Berpengalaman di bidang terkait max.2 tahun (fresh graduate are welcome to apply)
Siap bekerja dibawah tekanan
Siap bekerja lembur
Memiliki kemampuan komunikasi yang baik
Memiliki inisiatif & motivasi tinggi
Menguasai alat-alat tes psikologi
Applicants should be Indonesian citizens or hold relevant residence status.

Jika anda berminat dan sesuai dengan kriteria diatas, kirimkan Lamaran, CV dan photo terbaru ke:

hrd_recruit_ u@yahoo.co. id

Khusus untuk email, cukup kirimkan
surat lamaran, CV, dan foto tidak lebih dari 200 kb dengan mencantumkan kode posisi di subject e-mail

Info Beasiswa -1-

Assalamualaikum Wr. Wb

Teman2

Terlampir saya sampaikan publikasi beasiswa dari pemerintah
Australia. Bagi yang berminat dan memenuhi syarat monggo mencoba. lebih
lengkap bisa dilihat di http://www.adsjakar ta.or.id/

Semoga bermanfaat.

Selasa, 15 Juli 2008

Andai Kau Tahu...

Andai kau tahu tahun ini Ramadhan terakhirmu....
tentu engkau akan sibuk bersiap diri, engkau sibuk berzikir, tentu engkau tak akan jemu melagukan syair rindu mendayu.. merayu.. kepadaNYA Tuhan yang satu..
Andai kau tahu tahun ini Ramadhan terakhirmu....
tentu shalatmu akan kau biasakan dikerjakan di awal waktu
shalat yang dikerjakan...., sungguh khusyuk lagi tawadhu', tubuh dan qalbu menyatu memperhambakan diri menghadap Rabbul Izzati...
menangisi kecurangan janji innasolati wanusuki wamahyaya wamamati lillahirabbil 'alamin (sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku kuserahkan hanya kepada Allah Tuhan sekalian alam)..
Andai kau tahu tahun ini Ramadhan terakhirmu...
tidak akan kau sia siakan walau sesaat yang berlalu setiap masa..
tak akan dibiarkan begitu saja di setiap kesempatan juga masa yang terluang alunan Al-Quran bakal kau dendang.. bakal kau syairkan.. bakal kau lafadzkan
Andai kau tahu tahun ini Ramadhan terakhirmu...
tentu malammu engkau sibukkan dengan .. berqiyamullail.. sebagai upaya persiapan mendapatkan tarawih yang berkualitas kelak. Dengan mengadu.. merintih..
meminta belas kasih Sesungguhnya aku tidak layak untuk ke syurga-MU tapi aku juga tidak sanggup untuk ke neraka-MU..
Andai kau tahu tahun ini Ramadhan terakhirmu...
tentu dirimu tak akan melupakan mereka yang tersayang
ibumu...bapakmu...kakak adikmu...sahabat-sahabat yang kau kasihi...
sampaikanlah salam terindah
dan senyuman termanis yang kau persembahkan bagi mereka
Andai kau tahu tahun ini Ramadhan terakhirmu...
tentu engkau bakal menyediakan batin dan zahir mempersiap diri..
rohani dan jasmani menanti-nanti jemputan Izrail di kiri dan kanan..
lorong-lorong redha Ar-Rahman Duhai Ilahi..
Andai kau tahu tahun ini Ramadhan terakhirmu...
jadikanlah ia Ramadhan paling berarti.. paling berseri..
menerangi kegelapan hati kami menyeru ke jalan menuju ridha serta kasih sayangMu Ya Ilahi..
semoga menjadi bekal mewarnai kehidupan kami di sana nanti
Namun teman...
tak akan ada manusia yang akan mengetahui apakah Ramadhan ini merupakan yang terakhir kali bagi diri kita, atau bahkan umur kita tidak sempat sama sekali menyentuhnya...?
sungguh beruntung bagi yang mendapatkan hari-harinya dengan kemuliaan Ramadhan
Teman....
yang dapat kita lakukan sebagai seorang hamba hanyalah berusaha.., bersiap... bersedia..
meminta belasNYA agar Allah memberi umur bagi kta untuk mengecap manisnya Ramadhan,
dan andai benar Ramadhan tahun ini terakhir buat kita...
MARI KITA BERKACA SAMPAI SAAT INI, BEKALAN APA YANG TELAH KITA PERSIAPKAN UNTUK MENYAMBUTNYA ....?
HANYA KITA YANG BISA MENJAWAB
BENAR.. HANYA KITA YANG TAU
للّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَب وَشَعْبَانَ، وَبَلِّغْنَا شَهْرَ رَمَضَانَ، واَعِنَّا عَلَى الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ وَحِفْظِ اللِّسَانِ وَغَضِّ الْبَصَرِ، وَلاَ تَجْعَلْ حَظَّنَا مِنْهُ الْجُوعَ وَالْعَطَش
Ya Allah, berkahi kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikan kami ke bulan Ramadhan. Bantulah kami untuk melaksanakan puasa, melakukan shalat malam, menjaga lisan dan memelihara pandangan; dan jangan jadikan puasa kami hanya sekedar lapar dan dahaga. (Kitab Mafatihul Jinan)

Senin, 14 Juli 2008

OHR Rohis SMADA 2




Open House Rohis SMAN 2 Depok

Masjid Nurul Ilmi SMAN 2 Depok
Sabtu, 26 Juli 2008




*. Masih akan di-update



Jauhilah Perbuatan yang Meresahkan

Dari An Nawas bin Sam'an radhiallahu anhu, dari Nabi shalallahu alaihi wa salam, beliau bersabda: "Kebajikan itu keluhuran akhlak sedangkan dosa adalah apa-apa yang dirimu merasa ragu-ragu dan kamu tidak suka jika orang lain mengetahuinya" (HR. Muslim)

Dan dari Wabishah bin Ma'bad radhiallahu anhu, ia berkata: "Aku telah datang kepada Rasulullah shalallahu alaihi wa salam, lalu beliau bersabda: 'Apakah engkau datang untuk bertanya tentang kebajikan?' Aku menjawab: 'Benar.' Beliau bersabda: 'Mintalah fatwa dari hatimu. Kebajikan itu adalah apa-apa yang menentramkan jiwa dan menenangkan hati, dan dosa itu adalah apa-apa yang meragukan jiwa dan meresahkan hati, walaupun orang-orang memberikan fatwa kepadamu dan mereka membenarkannya.'"(HR. Ahmad dan Darimi, Hadits hasan)

Sabda beliau "Kebajikan itu keluhuran akhlak", maksudnya ialah bahwa keluhuran akhlak adalah sebaik-baik kebajikan, sebagaimana sabda beliau "Haji adalah Arafah". Adapun kebajikan adalah perbuatan yang menjadikan pelakunya menjadi baik, selalu berupaya mengikuti orang-orang yang berbuat baik, dan taat kepada Allah yang Maha Mulia lagi Maha Tinggi.

Yang dimaksud dengan berakhlak baik yaitu jujur dalam bermuamalah, santun dalam berusaha, adil dalam hukum, bersungguh-sungguh dalam berbuat kebajikan, dan beberapa sifat orang-orang mukmin yang Allah sebutkan di dalam surah Al-Anfal:

"Orang-orang mukmin yaitu orang-orang yang ketika nama Allah disebut, hati mereka gemetar, dan ketika ayat-ayat-Nya dibacakan kepada mereka, iman mereka bertambah, dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (Yaitu) mereka yang melaksanakan shalat dan mengeluarkan infaq dari sebagian harta yang Kami anugerahkan kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang benar-benar mukmin." (Al Anfaal: 2-4).

Dan firman-Nya:

"Orang-orang yang bertaubat, yang beribadah, yang memuji (Allah), yang mengembara (di jalan Allah), yang ruku', yang sujud, yang menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah berbuat mungkar, serta yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang mukmin itu." (At Taubah: 112).

Dan firman-Nya:

"Sungguh beruntung orang-orang mukmin. (Yaitu) orang-orang yang khusyu\' dalam shalatnya, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau terhadap budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barang siapa mencari selain dari itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang diberikan kepadanya) dan janjinya, dan orang-orang yang memelihara shalatnya. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi. (Yaitu) mewarisi (surga) Firdaus, mereka kekal di dalamnya." (Al-Mukminun: 1-10).

Dan firman-Nya:

"Hamba-hamba Tuhan yang Maha Pengasih adalah mereka yang berjalan di atas bumi dengan rasa rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka menanggapinya dengan kata-kata yang baik." (Al-Furqan: 63).

Barang siapa yang merasa belum jelas mengenai sifat dirinya, maka hendaklah bercermin pada ayat-ayat tersebut. Dengan adanya semua sifat itu pada dirinya pertanda bahwa dia berakhlak baik. Sebaliknya, jika semuanya tidak ada pada dirinya pertanda dia berakhlak buruk. Bila terdapat sebagian sjaa, maka hendaklah ia bersungguh-sungguh memelihara yang ada itu dan mengupayakan yang belum ada pada dirinya. Janganlah seseorang menganggap bahwa akhlak baik itu hanyalah bersifat lemah lembut kepada orang lain dan meninggalkan perbuatan-perbuatan keji dan doa saja, sebaliknya orang yang tidak seperti itu dianggap rusak akhlaknya. Akan tetapi, yang disebut akhlak baik yaitu seperti yang telah kami sebutkan mengenai sifat-sifat orang mukmin dan perilaku mereka. Termasuk akhlak baik adalah sabar menghadapi gangguan dalam menjalankan agama.

Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa ada seorang Arab gunung menarik selendang sutera Nabi shalallahu alaihi wa salam sehingga membekas pada bahu beliau, dan orang itu berkata: "Wahai Muhammad, serahkanlah kepadaku harta Allah yang ada di tanganmu." Kemudian Nabi shalallahu alaihi wasalam menoleh kepada orang itu, beliau kemudian tertawa dan menyuruh untuk memberi kepada orang itu.

Sabda Nabi shalallahu alaihi wa salam "dosa adalah apa-apa yang dirimu merasa ragu-ragu dan kamu tidak suka jika orang lain mengetahuinya" maksudnya adalah perbuatan yang ditolak oleh hati nurani. Ini merupakan suatu pedoman untuk membedakan antara dosa dan kebaikan. Dosa menimbulkan keraguan dalam hati dan tidak senang jika orang lain mengetahuinya. Yang dimaksud dengan "orang lain" di sini adalah orang-orang baik, bukan orang-orang yang telah rusak akhlaknya. Demikianlah yang disebut dosa, karena itu tinggalkanlah perbuatan tersebut. Wallahu a'lam

Jumat, 11 Juli 2008

OHR Rohis SMADA

Assalamualaikum.,
Alhamdulillah tinggal beberapa hari lagi, Rohis SMADA akan membuat suatu acara yang insyaAllah merupakan tahapan awal dalam dakwah islam ini. merupakan awal dari pergerakan tongkat estafet. semoga Allah melancarkan acara ni.
oh iya, ada kabar dari Mba Dewi Guntur (ALumni Akhwat Ikamni SMADA).

ini buat ikamni aja

"Jangan lupa ya... diharapkan kehadiran akhi/ukhti yang sholeh/sholehah pada Dauroh Murobbi, ahad 13 Juli 2008 jam 9 di Nuril, training ini insyaAllah, diisi oleh Ust. Albaini Zuhdi. Setelah itu ada syuro ikamni. Prepare your contribution & your own lunch ya' (persiapan aja siy). Tolong diinfokan juga ke yang lain!

Be there & be on time, ok!

Jazakumullah khairan katsir."

 
Powered by Blogger